redaksibogor.com saham syariah
image source : Freepick.com

Apa Itu Saham Syariah? Simak Berikut Penjelasannya

Sebagian dari kalian mungkin sudah mengenal dengan istilah saham. Terlebih lagi bagi generasi millenial mungkin, sudah tidak asing dengan istilah saham. Saham merupakan bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan. Jadi pemilik saham bisa disebut juga sebagai pemilik dari perusahaan. Biasanya saham dalam kepemilikan seseorang hanya bisa memiliki beberapa persen dari yang ditawarkan di pasar modal.

Usut punya usut banyak yang tidak tahu ternyata ada juga loh saham syariah. Layaknya sebuah bank, ada bank konvensional dan ada juga bank syariah. Saham juga terdapat berupa saham konvensional dan saham syariah. Saham syariah adalah saham yang menganut sistem syariah yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal. Saham Syariah juga harus terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), berdasarkan jenisnya hanya ada dua saham syariah yang di akui di pasar modal.

Pertama saham yang dinyatakan memenuhi persyaratan kriteria syariah berdasarkan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 35/POJK.04/2017 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek Syariah. Adapun kriteria saham syariah yang harus di penuhi adalah sebagai berikut :

  1. Emiten di larang melakukan kegiatan usaha sebagai berikut :
  • Perjudian atau kegiatan semacamnya
  • Perdagangan yang dilarang berdasarkan syariah
  • Jasa keuangan yang bersifat riba
  • Transaksi jual beli yang beresiko yang bersifat tidak pasti atau mengandung judi di dalamnya
  • Memproduksi, menyediakan dan atau mendistribusikan barang yang haram
  • Melakukan transaksi yang bersifat korupsi atau suap
  1. Emiten harus memenuhi rasio keuangan ini :
  • Jumlah hutang yang berbunga harus kurang dari 45% dari total asset
  • Jumlah pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal kurang dari 10% dari total pendapatan usaha

Kedua adalah saham yang di catatkan sebagai syariah oleh emiten atau perusahaan public syariah berdasarkan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 17/POJK.04/2015. Selain itu, semua saham syariah yang terdapat di pasar modal syariah Indonesia dimasukan atau delisting ke dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang di terbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara berkala.

Bagaimana dengan penjelasan mengenai saham syariah diatas? Tidak kalah menarik bukan dengan saham konvensional. Selain lebih bersih dibandingkan dengan saham konvensional, saham syariah juga mengedepankan asset dan pendapatan yang pasti, serta jumlah hutang bunga yang sudah di perhitungkan sehingga saham syariah bisa menjadi pilihan jika kamu ingin berinvestasi namun tetap mengedepankan nilai – nilai syariah.

Saham syariah bisa menjadi pilihan bagi umat muslim yang ada di Indonesia jika ingin berinvestasi di sektor atau di perusahaan syariah. Kalian juga bisa memulai untuk memiliki saham syariah dengan memilih perusahaan atau emiten di reksadana pasar uang syariah.

Kenapa harus saham syariah? saham syariah ada yang pro dan ada juga yang kontra. Tergantung kita memilih yang mana. Kembali ke diri kita masing-masing. Dari sisi keamanan, saham syariah lebih aman karena saham syariah harus memenuhi persyaratan atau kriteria dari nilai-nilai syariah seperti tidak adanya perjudian, korupsi atau bahkan menjual barang haram lainnya. Selain itu, dari sumber pendapatan perusahaan dan deviden yang dibagikan nantinya kepada pemilik saham merupakan hasil dari transaksi atau kinerja perusahaan yang jelas tanpa adanya unsur perjudian, korupsi atau menjual barang haram.

Saham syariah juga cocok untuk kamu yang tidak ingin hidup dengan riba, berbeda dengan saham konvensional, saham syariah mengedepankan uang halal dan hutang bunga yang cenderung atau relatif lebih sedikit dibandingkan dengan saham konvensional.

Leave a Reply

Your email address will not be published.