Bogor |¬†Munculnya “Catatan Hitam” yang dikeluarkan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) tahun 2018 terhadap Dispora Kabupaten Bogor sebagai otoritas Penyelenggara Porda Jabar 2018 menjadi sorotan publik.

SEMMI Cabang Bogor Raya mempertanyakan Ratusan Miliar Uang Rakyat yang digelontorkan untuk menggelar Porda Jabar 2018.

Jaka Lelana, Koorlap Aksi SEMMI Cabang Bogor Raya mengatakan, “Sebagaimana LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) yang telah dikeluarkan BPK RI tahun 2018, Dispora Kabupaten Bogor diduga kuat telah keliru mengalokasikan “Belanja Modal Pengadaan dan Perlengkapan Olahraga.” Nilai yang dialokasikan Pemerintah kabupaten Bogor untuk memfasilitasi Kebutuhan tersebut tidaklah main main, yakni : Rp.39.556.870.000,00″, ungkapnya.

Baca :  Ini Hasil UKK Tahap 1 Seleksi Direksi PD PPJ

Disisi lain Ketua Umum SEMMI Cabang Bogor Raya masa jihad 2019-2020, Febrianto menerangkan bahwa, “Selain itu Dispora Kabupaten Bogor diduga keliru dan Mubazir dalam membelanjakan Rp. 2.973.210.000,00 untuk membeli Peralatan Olahraga. Artinya lebih dari 42 miliar Rupiah Uang Rakyat Bogor yang berpotensi diselewengkan untuk memperkaya diri dan golongan. Sekalipun Kabupaten Bogor berhasil menjadi Juara umum dalam pentas olahraga level Provinsi ini, namun secara administratif Dispora Kabupaten Bogor telah gagal total, oleh karena itu kami akan turun aksi unjuk rasa untuk menyikapi kasus tersebut pada Jum’at mendatang”, tegas Febri.

Sementara Mantan Ketua Umum SEMMI Cabang Bogor Raya masa jihad 2018-2019, Rizqi Fathul Hakim menduga kuat adanya Gerombolan Mafia Dispora yang mendesain “Adegan Culas” yang mencoreng Wajah Dispora Kabupaten Bogor.

Baca :  Mahasiswa Gelar diskusi Pilkada Banten saat pademi covid 19

“Untuk itu SEMMI Cabang Bogor Raya bersama Rakyat bahu membahu mendesak Aparatur Penegak Hukum baik Kejaksaan, Polri dan KPK untuk mengupas secara tuntas persoalan di atas. SEMMI Cabang Bogor Raya sadar dan yakin bahwa setiap praktik yang merugikan kehidupan bersama adalah tindak pidana Korupsi. Korupsi adalah sebuah laku desktruktif yang merusak sendi-sendi kehidupan bangsa dan negara”, tandas Rizqi yang juga aktif sebagai Direktur Kajian Strategis Tjokroaminoto Institute.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here