Jakarta | GEMPAR (Gerakan Mahasiswa Pemalang Raya) dan PERISAI (Pertahanan Ideologi Sarekat Islam) melaksanakan aksi unjuk rasa dengan membakar foto wajah Junaedi Bupati Kabupaten Pemalang didepan gedung KPK sebagai bentuk protes atas kekecewaan mereka.

Aksi yang berlangsung pada Jum’at, 25 Oktober 2019 pukul 16.30 tersebut menyuarakan aspirasi mengenai banyaknya dugaan korupsi yang dilakukan oleh Bupati Pemalang.

Dalam rillisnya terdapat 12 tuntutan, salah satunya mengenai dugaan penyimpangan pada pekerjaan pengurugan tanah untuk kantor DPRD Kab. Pemalang tahun 2016, hasil dari BPKB diketemukan adanya dugaan kerugian Negara yang sampai saat ini belum ada satupun Penyidik atau Jaksa yang melakukan penyidikan.

Baca :  Bantu Korban Tsunami Selat Sunda, Komunitas TMWB Gelar Penggalangan Dana

Saat kami wawancarai Syauqi selaku Koordinator Lapangan menyampaikan bahwa aksi kali ini merupakan lanjutan dari aksi yang pertama pada September lalu yang diinisiasi oleh GEMPAR.

Di samping itu Sena selaku salah satu orator menyampaikan bahwa, “Untuk aksi yang ke-2 ini kami membawa 12 tuntutan, dan jika dalam satu minggu KPK tidak turun maka kami akan turun membawa masa lebih banyak lagi dan membawa lebih banyak tuntutan lagi”. Tegasnya.

Selain menuntut KPK agar segera tangani Kasus-kasus korupsi yang ada di Pemalang, mereka juga mendukung penuh kinerja KPK yang saat ini telah sukses membongkar praktek korupsi di berbagai daerah.

Baca :  GAI Aksi ke 8 kali di Kejaksaan, Keadilan harus tegak di indonesia dan Novel Harus diadili mengapa?

Aksi tersebut diakhiri dengan membakar foto Junaedi Bupati Pemalang sebagai wujud kekecewaan atas berbagai macam persoalan yang terjadi di Kabupaten Pemalang, khususnya mengenai makraknya pembangunan pasar randudongkal yang sangat merugikan masyarakat.

(Ikiw/Riz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here