Bogor – Pengurus Daerah Korps Mahasiswa (Kopma) Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Bogor mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor segera mencopot Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) lantaran terbukti gagal dalam menjalankan tugasnya dengan adanya Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) dari Ombudsman RI tentang maladministrasi dalam pencemaran sungai Cileungsi.

Ketua Umum Kopma GPII, Lathif Fardiansyah, mengatakan, terkuaknya fakta pencemaran dari Ombudsman menjadi bukti tidak becusnya kinerja DLH dalam menjalankan tugas. Pencemaran ini diduga sudah terjadi sejak lama. DLH seharusnya tegas terhadap pengusaha yang melanggar izin lingkungan.

“Kami menduga ada indikasi pembiaran dan kongkalikong dengan pengusaha, sehingga terjadi pencemaran yang sudah cukup lama terjadi,” ujar Lathif kepada Wartawan, Sabtu (08/12/2018).

Baca :  Panglima Laskar Perisai mengecam tindakkan intoleransi yang di lakukan oleh oknum di mesjid Al Munawaroh Bogor

Dengan adanya kejadian itu, jelas DLH tidak kompeten dan cakap dalam menjalankan tugas. Untuk itu, kepala DLH sebagai pimpinan harus mempertanggungjawabkannya.

“Kami minta pemkab segera mencopot Kepala DLH dari jabatannya, karena terbukti tidak menjalankan kinerjanya dengan baik. Selain itu kami juga meminta Ombudsman segera mengeluarkan rekomendasi kepada Presiden dan DPR RI untuk ditindaklanjuti,” paparnya.

Sebab, sambung dia, semua pihak yang terkait harus diberi efek jera agar kejadian serupa tak terulang. Sehingga Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bogor Nomor 6 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup bisa ditegakkan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here