Karman BM bersama Presiden Jokowidodo

0

Jakarta, RB – Presiden Joko Widodo merestui pengunduran diri dua staf khusus milenial presiden, Andi Taufan Garuda Putra dan Adamas Belva Devara.

Presiden memahami alasan dua staf khusus milenialnya yang mundur dan berharap karier keduanya sukses di masa mendatang.

Mundurnya dua stafsus ‘milenial’ Jokowi masih menyisakan persoalan di tengah sorotan ada dugaan konflik kepentingan.

Ditengah wabah Covid-19 dan krisis ekonomi, Peran staff khusus presiden sangat diperlukan untuk menghasilkan ide serta gagasan yang cemerlang untuk membantu presiden mengatasi berbagai persoalan bangsa saat ini.

Dugaan konflik kepentingan bisnis yang terjadi dan melibatkan dua staff khususnya menjadi perhatian bersama, dan berharap Pak presiden Jokowi tidak memilih para pengusaha melainkan butuh sosok yang lebih dekat dengan masyarakat dan mampu menggandeng elemen serta tokoh masyarakat lainya.

Baca :  IKMA NTB Jakarta Gelar Diskusi Publik & Deklarasi Lawan Radikalisme

Farid Ketua PD GPII Jakarta Utara melihat sosok Karman BM Mantan Ketua Umum GPII pantas mengisi posisi staff khusus presiden selain dekat dengan masyarakat Karman BM juga mampu menggandeng semua elemen serta tokoh masyarakat. saya berharap Presiden Joko Widodo mengamini usulan Kami Selaku Pemuda yang tergabung di Organisasi Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), tegas Farid.

Saat aundensi PP GPII di sambut Presiden Jokowi dodo

Begitu juga Usulan datang dari Aktivis Muda Direktur Jaring Aspirasi Muda Indonesia (JAMI) Achmed S Anwar. Mengatakan Kapasitas Karman BM, mempuni duduk mendampingi Presiden Joko Widodo sebagai Staf Khusus Milenial. Karman BM mampu merangkul semua kalangan pemuda dan tipe pemuda yang senang dialog. (Red/Wk)

Leave A Reply

Your email address will not be published.