Jakarta | Setelah melakukan aksi demonstrasi yang pertama, Pertahanan Ideologi Sarekat Islam PERISAI kembali melakukan aksi demonstrasi di Apartemen Green Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (26/11).

“Kami kembali lagi kesini dikarenakan aksi kami yang pertama belum mendapat tanggapan dari pihak manajemen Apartemen Green Pramuka,” ujar Amay selaku Koordinator Aksi.

Amay menjelaskan bahwa Apartemen Green Pramuka disinyalir sebagai sarangnya maksiat. Hal tersebut berdasarkan hasil kajian dan data yang kami terima menemukan beberapa kejadian yang pada aksi pertama lalu kami sudah jelaskan,” tuturnya.

Amay juga menyampaikan bahwasanya aksi yang kedua kalinya jika tidak ditanggapi, maka berikutnya akan melakukan aksi berupa konferensi pers yang menyikapi surat rekomendasi sidak secara berkala kepada gubernur DKI Jakarta dan Kapolda Metro Jaya. “Jika dalam kurun waktu 7 hari 24 jam jika tidak ada tanggapan maka kami akan turun secara gerilya,” tegasnya.

Baca :  Konferensi pers Aktivis GAI hari ini di gelar tetap fokus kawal Dugaan pelanggaran HAM Novel Baswedan

Menurut Amay, persoalan yang terjadi di apartemen seperti banyaknya anak muda yang tertangkap sedang melakukan pelanggaran hukum dan kejadian maraknya prostitusi, narkoba serta pembunuhan, akan mengakibatkan efek samping bagi pemuda yang akan merusak generasi bangsa.

Sementara, orator lain, Sena, berujar dengan banyaknya kasus di Apartemen Green Pramuka, maka Apartemen Green Pramuka sudah selayaknya untuk ditutup, dan jangan sampai pendapatan yang masuk ke kas pemerintah provinsi berasal dari uang yang ditengarai banyak pelanggaran hukum didalamnya.

“Oleh sebab itu, kami bertindak menyelenggarakan aksi karena kami tidak menginginkan pendapatan pemerintah dari barang haram dan dugaan berikutnya adalah banyaknya terjadi pelanggaran hukum di apartemen tersebut, namun hanya dianggap hal sepele. Sehingga berdasarkan hasil kajian kami serta data yang kami terima adanya kongkalikong antara pihak apartemen dan instansi yang bersangkutan,” jelas Sena.

Baca :  PB SEMMI Hadiri Pertemuan Pemuda Islam Dunia (IYLS 2019) Dari 57 Negara

Hal ini merupakan ancaman yang harus dilawan secara bersama dan tegas sesuai dengan tuntutan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bangsa ini. Selain itu, kami juga menuntut Pemprov DKI Jakarta segera cabut izin operasional apartemen Green Pramuka City yang diduga menyimpan prostitusi dan kejahatan-kejahatan lain di dalamnya.

Kemudian, pemprov juga diharapkan segera tangkap dan adili manajemen Green Pramuka City. “Stop bina praktik-praktik prostitusi yang melanggar norma dalam Peraturan Daerah (Perda) DKI nomor 8 tahun 2007 tentang ketertiban umum, dan praktik yang lainnya seperti transaksi narkoba yang menyebabkan rusaknya moralitas kepada generasi bangsa”.

Baca :  PB SEMMI; BUMD Sebagai Pilar Pembangunan Ekonomi Nasional

“Kami dari Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (PERISAI) menagih janji Gubernur DKI, Anies Baswedan ketika berkampanye dalam Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur tahun 2017 lalu tentang memerangi korupsi dan prostitusi di DKI Jakarta. Sekalipun langit runtuh. Hukum harus tetap ditegakkan. Itu yang kami tagih!”, Ujar Amay orator berikutnya.

(Kiw/Riz).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here