Jakarta | Lebih dari 3,6 Juta Euro atau setara dengan 56 Miliar Rupiah berhasil diamankan Bareskrim Polri dalam kasus penipuan transaksi pembelian Ventilator dan Monitor Covid-19 dengan modus bussiness email compromise.

Terkuaknya Kasus penipuan yang melibatkan Sindikat Internasional Jaringan Nigeria-Indonesia oleh Bareskrim Polri ini pun kembali menegaskan profesionalisme Polri di mata publik Indonesia. Sebagai salah satu garda terdepan dalam penanganan Covid-19, terbongkarnya praktik penipuan yang memiliki kaitan erat dengan proses penanganan Covid-19 di tanah air ini adalah bukti konkrit bahwa Polri tetap menjaga komitmen dalam menjaga kondusifitas masyarakat selama Pandemi terjadi.

Baca :  Haidar Alwi alumni ITB layak nakhodai Kementerian BUMN Jokowi-M'aruf

Menanggapi hal di tersebut, Ketua Umum PB INSPIRA (Pengurus Besar Inisiator Perjuangan Ide Rakyat), Rizqi Fathul Hakim, menegaskan bahwa konsistensi Bareskrim Polri dalam praktik penegakan hukum di tanah air cukup teruji. Situasi Pandemi yang begitu membatasi ruang gerak faktanya tidak menjadi alasan bagi Bareskrim Polri untuk terus bergerak dalam motto : To Protect and serve justice and humanity.

“Kita terus mengikuti dan mengamati informasi terkait Bareskrim Polri khususnya selama Pandemi Covid-19 ini. Baru kemarin publik dikejutkan oleh Penangkapan Djoko Tjandra, dan sekarang Bareskrim berhasil membongkar kejahatan Sindikat Internasional Jaringan Nigeria-Indonesia yang melakukan penipuan pengadaan ventilator dan monitor Covid-19 senilai 3,6 Juta Euro atau setara dengan 56 Miliar Rupiah. Bagi kami, Perkara ini sangat serius, karena berkaitan dengan kepentingan banyak orang. Terlebih alat-alat itu begitu dibutuhkan rumah sakit untuk menangani pasien positif Covid-19. Ke depannya kami tentu sangat berharap Bareskrim tetap menjaga fokusnya untuk memberikan rasa aman bagi publik khususnya yang berkaitan dengan persoalan penanganan Covid-19 di Indonesia”, ungkapnya ketika diwawancara media 12 September 2020.

Baca :  GAI demo Kejagung ke VI kali, masih menuntut keadilan Sarang Walet dan Novel

Pria yang akrab disapa Rizqi ini menyebut bahwa di masa darurat (Pandemi Covid-19) inilah kualitas seorang Pemimpin diuji. Menurutnya Bareskrim Polri dibawah komando Komjen Pol Listyo Sigit saat ini relatif stabil dan teruji ketika dihadapkan dengan situasi yang serba sulit ini.

“Dalam sejarahnya pemimpin-pemimpin hebat selalu lahir di masa-masa darurat. Di masa darurat Pandemi Covid-19 ini kita bisa melihat kualitas kepemimpinan seseorang. Dan Jenderal Listyo menurut kami cukup teruji oleh situasi yang cukup berat ini. Bagi kami, Secara personal dia adalah figur yang humanis, cerdas, berani, profesional dan cekatan. Kami berharap kedepannya Polri dipimpin oleh pribadi tangguh seperti dia”, tandasnya.

Baca :  Masih adakah rasa keadilan? Aksi ke 7 kali GAI Ricuh di Kejaksaan

Laporan: Gusti, red.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here