Oleh : Dennis Bimo Prakoso
Mahasiswa STEI SEBI, Depok

Dalam perkembangan dunia perbankan mungkin suatu bank yang memakai prinsip islam identik dengan sebutan bank syariah, karena masyarakat indonesia sudah terbiasa dan populer menyebut bank syariah dibanding bank islam.penggunaan bank syariah ini tercantum dalam UU Perbankan Syariah Nomor 21, Tahun 2008,Pasal 1 Ayat 7 yang menyatakan bahwa bank syariah adalah bank yang menjalankan usahanya berdasarkan prisip syariah.

Jika sekarang yang nama yang populer adalah ekonomi syariah dan bank syariah, dalam pandangan tersebut tidak menghilangkan makna ekonomi islam sebagai ekonomi berbasis syariah dan bank syariah sebagai bank islam. Kata syariah yang melekat pada bank syariah menekan aspek muamalat yang menjadi rule of the game dalam perbankan syariah yang bersumber dari Al quran dan Hadist. Dalam sejarah berdirinya bank syariah, memang ada beberapa negara yang menggunakan sebutan bank islam. Sebagai contoh, di timur tengah berdiri Dubai Islamic Bank tahun 1975, Faisal Islamic Bank of Sudan tahun 1977 dan Bahrain Islamic Bank tahun 1979. Sedangkan di Asia Tenggara kita bisa lihat di Malaysia yang berdiri Muslim Pilgrims Savings Corporation. Pada hakekatnya meskipun sebutan antara bank syariah dan bank islam berbeda akan tetapi mempunyai arti yang sama dalam ranah perspektif ekonomi islam.
Persoalan saat ini tentunya bukan lagi perdebatan tentang istilah apakah menggunakan sebutan bank islam atau bank syariah, tetapi bagaimana bank syariah dapat mendukung secara optimal aktivitas ekonomi masyarakat dalam produksi, distribusi, konsumsi yang berlandaskan syariat islam.

Baca :  Suritauladan Bukan Pencitraan

Sekarang ini masih banyak keluhan dari masyarakat bahwa dunia perbankan pada umumnya belum berpihak sepenuhnya kepada kepentingan masyarakat dalam berbagai strata sosial ekonomi sehingga kemiskinan, kesenjangan sosial dan pengangguran masih banyak dan terasa hingga saat ini. Dalam hal tersebut bank syariah harus bisa mengambil peran yang signifikan dalam meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat terutama dari kalangan menengah ke bawah dalam berbagi sektor. Bank syariah juga harus berperan dalam distribusi modal yang berkeadilan agar investasi tidak hanya beredar di kalangan tertentu saja. Dalam prespektif Islam, tujuan dari setiap kegiatan ekonomi adalah mewujudkan keadilan sosial ekonomi yang pada akhirnya mencapai kebahagiaan yang lebih tinggi yaitu keseimbangan kehidupan dunia dan akhirat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here