Gerakan Aktivis indonesia (GAI), Melakukan Aksi Jilid 2 di depan Kejaksaan Agung , Jumat (31/01/2020) di Jakarta, dengan fokus tuntutan terkait kasus Novel dan masih terseret kasus Bengkulu.

Aksi Bakar Ban didepan KEJAGUNG, Ariel korlap Aksi menyatakan bahwa “Kasus  penganiayaan yang di duga dilakukan novel baswedan sampai saat ini belum juga dibuka dan dilanjutkan terutama oleh jaksa agung, marwah penegak hukum dipertaruhkan dalam menuntaskan pelanggaran HAM di indonesia saat ini”.

“Aksi kedua kalinya di depan Kejaksaan Agung RI ini untuk mendesak Kejaksaan Agung RI segera membuka kembali Kasus Sarang Burung Walet dengan tersangka Novel Baswedan”, Ungkap Ariel.

Baca :  Posko LPP KAMMI Diresmikan

Sambung Ariel ” Mengapa kita mendesak Jaksa Agung untuk membuka kasus ini kembali? Karena kita tau bahwa para korban dari penganiayaan Novel Baswedan belum merasakan keadilan”.

“Equality Before the Law adalah konsep Universal (berlaku dimana saja), secara Universal Equality Before the Law sudah menjadi prinsip hukum dan kenegaraan yang mensyaratkan adanya hukum dan diberlakukan bagi setiap orang”, Kata Ariel.

Ariel menambahkan, ” Beberapa tahun ini kita Novel Baswedan selalu menuntut Kepolisian untuk segera menangkap pelaku penyiramnnya, dan kepolisian sudah berhasil menangkap pelakunya, tapi kita harus melihat kembali jangan sampai kasus penyiraman Novel ini menutupi kasus Sarang Burung Walet, yg mana Novel sudah ditetapkan sebagai tersangka tapi pihak kejaksaan menghentikan kasus itu dengan alasan tidak memiliki bukti”.

Baca :  Relawan Pembawa Pesan Barjab Siap Menangkan Jokowi

“Korban penganiayaan tersebut apakah bukan merupakan bukti? Jangan sampai masyarakat dan public berpikir bahwa Novel Baswedan kebal akan hukum”, Tutup Ariel. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here