Jakarta, – Hari ini bertepatan dengan sidang lanjutan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Terdapat puluhan masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Penyelamat Bangsa (GRPB) melakukan demonstrasi dengan tuntutan agar Novel Baswedan dalam Kasus Sarang Burung Walet 16 tahun yang lalu juga di usut seperti kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Dalam siaran pers-nya kasus sarang burung walet kian bergulir dan menjadi pusat perhatian masyarakat karena sudah mulai menguap tanpa kejelasan.

Mereka menganggap kasus tersebut terlihat cukup lucu dan seperti dagelan jika para pendukung Novel Baswedan menggiring opini dan mempolitisasi kasusnya supaya membesar dan menutupi kasus lamanya Novel Baswedan di Bengkulu. Bahkan mereka menyebut penyiraman air keras tidak sengaja. Jika mereka bilang demikian, maka Novel Baswedan yang berdalih tak sengaja juga menembak korban sarang burung walet ini juga harus di usut juga sama halnya dengan kasus penyiraman air keras.

Baca :  Doa Rakyat Flores Timur, Kunci Kemenangan Mado Putra Berkat

Ditambah lagi GRPB juga menyoroti barisan sakit hati yang berada dibelakang Novel Baswedan semakin kental muatan memanfaatkan panggung tersebut. Selain itu, kelompok oposisi juga ikutan mendompleng dengan menyerang Presiden Jokowi. Ada Apa Ini ??

Dalam aksinya Koordinator GRPB (Gerakan Rakyat Penyelamat Bangsa) M. Yusuf Rangkuti ingin menyadarkan masyarakat dan membuka mata publik demi mencari keadilan bagi keluarga korban. Menuntut agar kasus sarang burung walet juga di usut. Dimana dalam tuntutan aksinya, sebagai berikut :
1. Tegakkan keadilan bagi rakyat kecil soal tragedi sarang burung walet yang dianiaya hingga meregang nyawa dan sudah 16 tahun menunggu minta keadilan.
2. Tegakkan Hukum walaupun langit runtuh, dengan mengadili Novel Baswedan dalam kasus pembunuhan dan penganiayaan di Bengkulu karena masalah pencurian sarang burung walet.
3. Mempertanyakan keadilan hukum ? Sebab terdakwa penyiram air keras ke Novel Baswedan dihukum dan diadili di Pengadilan. Sementara Novel Baswedan sdh pukul siksa, sampai mati anak orang (kasus sarang walet) belum juga diadili dan dihukum?.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here