Aksi berkali-kali GAI di depan Kejaksaan Agung tidak di tanggapi serius, dimana keadilan bagi rakyat?

0

Jakarta | Aksi Jilid 15 GAI (Gerakan Aktivis Indonesia) kembali digelar di depan Kejaksaan Agung Senin (16/03) di Jakarta, Aksi di warnai dengan Kericuhan antara Massa Aksi dengan Petugas Keamanan. Dengan desakan kasus Novel agar segera di tuntaskan. Sempat terjadi kericuhan dengan petugas kemanan saat para aktivis memaksa masuk ke dalam kejaksaaan.

“ini sudah 15 kali kita menggelar aksi di depan kejagung demi mencari keadilan untuk para korban sarang burung walet, tetapi jaksa agung juga belum mendengar aspirasi kita atau mungkin jaksa agung takut kepada Novel Baswedan”, Ujar Farhan, Korlap Aksi Jilid 15.

Baca :  SEMMI ACEH: Syari'at Islam Harus Ditegakkan Secara Kaffah dan Totalitas

“saya sampaikan sekali lagi untuk pihak kejaksaan, bahwa ini bukan merupakan aksi kami yg terakhir tetapi kami akan terus menggelar aksi untuk segera Jaksa agung membuka kembali kasus penganiayaan yg diduga dilakukan eh Novel Baswedan”, Jelas Farhan.

” Mengapa kita mendesak Jaksa Agung untuk membuka kasus ini kembali? Karena kita tau bahwa para korban dari penganiayaan Novel Baswedan belum merasakan keadilan”, Kata Farhan.

Farhan menambahkan, ” Beberapa tahun ini kita tau bersama Novel Baswedan selalu menuntut Kepolisian untuk segera menangkap pelaku penyiramnnya, dan kepolisian sudah berhasil menangkap pelakunya, tapi kita harus melihat kembali jangan sampai kasus penyiraman Novel ini menutupi kasus Sarang Burung Walet, yg mana Novel sudah ditetapkan sebagai tersangka tapi pihak kejaksaan menghentikan kasus itu dengan alasan tidak memiliki bukti”.

Baca :  Mahasiswa Ajak Bareskrim Polri Sinergi Untuk Peduli Kemanusiaan

Dalam aksinya para unjuk rasa menutup sebagian jalan Bulungan menuju Blok M dan membakar Ban Motor. Aksi demo hampir ricuh tatkala para pendemo memaksa untuk masuk ke dalam Kejaksaan agung untuk menyampaikan aspirasi mereka. (ARH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.